Jerawat Yang Bikin Sebel

Jerawat pastinya pada tahu dong ya? Jerawat pastinya selalu bikin sebel. Apalagi klo ada di wajah yang pastinya akan mengganggu penampilan.
Yang bikin sebel saya kali ini bukan karena jerawat yang muncul di muka wajah cantik saya ini. Tapi jerawat yang muncul di puting payudara saya.

Bagi ibu-ibu yang tengah menyusui buah hatinya mungkin pernah mengalami hal ini. Jerawat yang dimaksud bukan seperti jerawat yang ada di wajah. Bentuknya seperti bintil jerawat berwarna putih. Kalau disusui rasanya sakit dan perih sekali. Belum lagi payudara jadi bengkak karena salurannya tersumbat.

Si “jerawat” ini namanya Milk Blister.

Seperti yang saya baca dari ini dan juga dari twitter @aimi, penyebabnya karena puting lecet dan penyumbatan saluran ASI. Biasanya karena pelekatan yang tidak baik saat menyusui atau bayi tongue tied.

Kalau yang saya alami sepertinya karena pelekatan menyusui yang tidak baik. Soalnya  si kecil saya Kania (20 bulan) menyusui suka akrobatik. Putar sana putar sini. Bahkan sampe posisinya tiduran di atas badan saya tapi mulutnya ga lepas menyusui. Kebayang ga tuh? X_X kadang menyusui sampai ditarik sana sini.

Cara mengatasinya ya kompres payudara dengan air hangat dan dibersihkan bintil putihnya. Saya sih coba pencet dengan washlap dan bantuan tangan. Katanya bisa direndam dengan air hangat tambah garam juga.

Perih banget, tapi kalau nggak gitu bakal makin sakit. Tapi PD-nya tetap disusui. Siap- siap menahan sakit deh. Kalau nggak disusui ntar makin bengkak. Tetap disusuin juga akan sangat membantu.

Menyusui itu tantangannya berat sekali memang. Tapi karena sudah keinginan untuk memberikan hak anak menyusui hingga 2 tahun, tantangan ini harus dihadapi dan diatasi. Sekarang sudah banyak info dan bacaan. Bahkan bisa ikut kelas edukasi menyusui juga buat tambahan ilmu. Masih empat bulan lagi menuju S3 ASI.

Semoga lancar dan tercapai meski ga cumlaude…;-)

Iklan

Service Ke Bengkel Mulut

Hari ke enam pasca minor surgery gigi bungsu

Masih sangat-sangat terasa sakit. Berdenyut-denyut tidak karuan. Susah buka mulut, susah menguyah, ga bisa makan, susah ngomong dan tentunya tidak bisa ngomel-ngomel. Benar-benar rasanya sangat menyiksa null apalagi perut yang keroncongan terus minta diisi. Apalah daya, susah untuk menguyah makanan. Makan bubur ternyata bukan hal yang disukai oleh lambungku. Cepat lapar lagi….null

Oiya, belum cerita saya. Hampir satu minggu ini saya harus bolak-balik ke bengkel mulut alias dokter gigi. Saya baru saja menjalani operasi kecil untuk mencabut gigi bungsu tanggal 15 April lalu. Sampai hari ini rasa sakitnya masih tidak tertahankan. null
Baca lebih lanjut

Mata Lelah Depan Komputer???

Long time no see yah..udah lama juga ternyata ga update…hehehe…

Masih menyambung postingan tentang  Mata juga butuh istirahat yang pernah saya bikin lalu, tadi browsing2 nemu juga tambahan untuk melengkapi tulisan itu. Kondisi ini mungkin paling sering dialami ama semua yang bekerja di depan komputer. Mata akan terasa lelah jika menatap layar monitor terlalu lama.

Tips yang saya dapat di sini, mungkin ada baiknya jika saya posting di sini, siapa tau temen2 ga sempet main kesana…

beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:

1. Jaga jarak pandang dari monitor.

Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.

Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.

2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD

Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.

Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.

3. Atur monitor setting

Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.

Misal settingan seperti, ‘text’ atau ‘internet’ akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan ‘game’ atau ‘movie’ akan terlihat lebih terang saat digunakan.

4. Gunakan kacamata anti radiasi

Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.

Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.

5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala

Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor.

Moga tips ini bermanfaat ya 🙂