Hari Terakhir di Tahun 2010

Wah, kayaknya “rumah” ini udah berdebu banget yah. Pantesan aja silent reader yang satu itu suka nyindir-nyindir blognya ga pernah diupdate. Lagi males banget mo update. Belum lagi kerjaan di kantor yang membuat saya jadi sok sibuk. Berhubung sekarang hari terakhir tahun 2010 mari menyelamatkan arsip *eh

Ngomongin tahun 2010 aja yuk..

1. Januari – Juni 2010
Dari awal tahun sampe pertengahan tahun saya sibuk dengan penyakit. Bolak balik ke dokter gigi sampai akhirnya operasi impaksi gigi belakang. Tidak cukup sampai disana, Juni lalu saya harus ke dokter lagi untuk mengangkat benjolan yang mengganggu itu. Nah benjolan ini yang benar-benar membuat saya down dan ketakutan. Sampai males mo posting soal operasinya dan baru kasih bocorannya sekarang.

Makasih buat kembar favorit saya Nilla dan Nieke yang sudah kasih support secara tidak langsung lewat postingan mereka tentang benjolan itu di blog masing-masing. Makasih juga chatting-chattingnya ya..*hug (pengen juga nanti punya anak kembar kayak kalian)

Sampai sekarang aja rasanya masih nyeri-nyeri gimana gitu. Mudah-mudahan penyakit ini tidak ada kelanjutannya. Karena untuk berani mengunjungi dokter saja saya membutuhkan waktu lama. Berapa lama yah, 2 tahun..!!! yak 2 tahun untuk berani periksa ke dokter dan akhirnya berani masuk ruang operasi. Buat perempuan-perempuan yang ada di luar sana jangan lupa Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yah. Tujuan dari SADARI secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi perubahan dapat diketahui segera.

2. Juni – Desember 2010
Masih ingat waktu di ruangan operasi dokternya ngajak bercanda. “Wah kalau ini obatnya cuma satu aja nih” kata dokter. “Apa dok obatnya,” tanya saya dalam kondisi setengah sadar karena obat bius. “Menikah”,kata dokter sambil senyum-senyum
Ternyata si dokter ngga ngomong sama saya aja di ruangan operasi, ternyata setelah saya keluar ruangan operasi dia ngomong gitu juga sama orangtua saya yang nungguin di luar. Baru sadar dan masih kliyengan karena obat bius saya sudah dikasih omelan,”Tuh kata dokter obatnya cuma nikah, jadi kapan kamu menikah?”, Waahh…rasanya gimana gitu yah, ini masih puyeng malah ditanya-tanya kapan nikah…:|
Topik yang paling menyebalkan sepanjang tahun 2010 ini adalah pertanyaan soal menikah. Menyebalkan karena ditanyain terus, sampai kehabisan stok jawaban. Pada ngga sabaran ajah. Padahal yang harusnya ngga sabaran itu kan saya. *lirik samwan

Baiklah, flashbacknya sekian dulu. Semoga tahun 2011 nanti jadi tahun yang penuh rejeki, tahun yang menyenangkan, menjadi tahun yang selalu dirahmati Allah. Semoga Semoga Semoga.
Thanks to those who hated me, they made me a stonger person

Thanks to those who loved me, you made my love bigger
Thanks to those who were worried about me, they let me know that they actually cared
Thanks to those who left me, they made me realize that nothing last forever
Thanks to those who entered my life, they made me who i’m today. (copas dari BBM) *nyengir

Happy New Year 2011.

Iklan

One thought on “Hari Terakhir di Tahun 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s