Buat Para Boncengers

Hampir tiga tahun belakangan ini saya begitu akrab dengan yang namanya motor. Baik itu mengendarai motor sendiri ataupun jadi bocengers. Kenapa tidak akrab, tanpa motor rasanya langkah jadi terhambat. Apalagi kalau sudah berurusan dengan pekerjaan. Pekerjaan mengharuskan saya untuk selalu siap sedia terima perintah dan secepat mungkin sampai di lokasi yang diperintahkan.

Berhubung malam ini sedang piket di kantor dan tidak ada bahan bacaan, saya jadi ingat link yang diberikan oleh Mba Jenny, tadi siang. Tips membonceng yang dia dapat dari rodadua.com. Tipsnya menarik sekali, terutama bagi saya yang juga sering jadi boncenger dari pada bawa motor sendiri kecuali saat ke kerja. Jadi tidak ada salahnya jika saya sharing disini juga bukan?

Menurut Jakarta Defensive Driving Center ada beberapa panduan yang idealnya dilakukan saat sebelum berkendara agar memiliki keseragaman informasi. Panduannya adalah sebagai berikut:

1. Pastikan kaki pembonceng sudah mampu mencapai `foot step’, kenapa ? Jika tidak mencapai `foot step’ maka Motobiker sudah menghilangkan aspek dinamika yang berkaitan dengan keseimbangan. Pembonceng akan rentan oleng. Ini biasa terjadi jika memberikan tumpangan pada anak-anak ————-> untung tinggi saya mencukupi jadi kakinya sampai ke footstep :lol:

2. Berikan perangkat keselamatan yang sama dengan pengendara, mulai dari helm, jaket, celana panjang hingga sepatu, ——–> kalau lagi membonceng jarak dekat biasanya saya malas pake sepatu kecuali pas lagi ikutan turing 🙂

3. Arahkan pembonceng untuk tidak melakukan gerakan tiba-tiba yang dapat mempengaruhi kestabilan pengendara saat mengendalikan kendaraan,———> kadang kalau si kakak udah agak ngebut atau liat ada kendaraan yang berlawanan arah suka teriak sendiri, ternyata tidak boleh

4. Arahkan pembonceng untuk memegang pinggang demi menjaga keseimbangan dan minta pembonceng untuk selalu mengikuti arah badan pengendara, hindari melawan arah karena kestabilan akan terganggu ———> baiklah, ini selalu dipraktekkan 🙂

5. Hindari cara membonceng dengan posisi kaki menyamping -biasanya wanita-, distribusi bobot akan berat sebelah dan si pembonceng tidak memiliki kesigapan yang sama dibanding posisi dengan dua kaki di foot step kanan-kiri ——-> jarang banget membonceng dengan cara ini

6.Pastikan berat pembonceng masih bisa di tolerir oleh maksimal tumpangan yang bisa di bawa kendaraan, berat beban maksimal kendaraan bisa dilihat di dalam buku panduan kendaraan.

oiyah, ada yang kelupaan kayaknya aku juga harus menambahkan tips membonceng kalau motornya dipenuhi dengan box samping kiri, kanan dan juga top box.

1. injak footstep dengan kaki kiri kemudian berpegangan pada bahu riders
2. kemudian baru angkat kaki kanannya, hati-hati jangan sampai mengenai box samping kiri dan kanannya ataupun juga top box. Jika kamu lakukan itu siap-siaplah mendapatkan omelan dari sang rider dan siap-siap dicuekin selama perjalanan karena kamu sudah membuat boxnya lecet.

kalau tips yang ini pengalaman pribadi lho http://emo.huhiho.com

so, bagi para boncengers kayaknya tips ini perlu diperhatikannya deh 🙂

Iklan

4 thoughts on “Buat Para Boncengers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s