Buat Para Boncengers

Hampir tiga tahun belakangan ini saya begitu akrab dengan yang namanya motor. Baik itu mengendarai motor sendiri ataupun jadi bocengers. Kenapa tidak akrab, tanpa motor rasanya langkah jadi terhambat. Apalagi kalau sudah berurusan dengan pekerjaan. Pekerjaan mengharuskan saya untuk selalu siap sedia terima perintah dan secepat mungkin sampai di lokasi yang diperintahkan.

Berhubung malam ini sedang piket di kantor dan tidak ada bahan bacaan, saya jadi ingat link yang diberikan oleh Mba Jenny, tadi siang. Tips membonceng yang dia dapat dari rodadua.com. Tipsnya menarik sekali, terutama bagi saya yang juga sering jadi boncenger dari pada bawa motor sendiri kecuali saat ke kerja. Jadi tidak ada salahnya jika saya sharing disini juga bukan? Baca lebih lanjut

Iklan

Tapi….Tapiiii…..

Pengennya sih ganti theme lagi, tapi setelah diutak atik entah kenapa aku tetep suka theme yang ini. jadinya ya untuk sementara aku pake theme yang ini dulu.

pengennya juga punya domain sendiri, tapiiii (ada tapinya lagi) takut blognya ga keurus, sayang kan udah dibayar tapi ga produktif. sementara aku ngeblognya suka mood2-an… 🙂

untuk sementara ini dulu deh… http://emo.huhiho.com

Me versus High Heels

Me versus High Heels, bagi yang gemar baca novel Teenlit pasti pernah baca novel yang ditulis sama Maria Ardelia ini. Bahkan novel ini juga pernah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Kira- kira ceritanya gini

Sasha cewek tomboi yang suka basket, sepak bola, dan kegiatan-kegiatan yang cowok banget. Pada suatu hari ia bertabrakan dengan cowok keren bernama Arnold, dan kemudian jatuh cinta. Saking jatuh cintannya, Sasha sampai rela berubah jadi cewek yang disukai Arnold: feminin, suka dandan, dan senang pake high heels, alias sepatu hak tinggi. Sayang meskipun ia telah melakukan segalanya, bahkan mengorbankan kesenangan-kesenangannya selama ini, Arnold ternyata tidak benar-benar jatuh cinta padanya. Dan ketika itulah, di saat hatinya hancur berkeping-keping, Sasha tersadar bahwa selama ini ada cowok lain yang mencintai dirinya, apa adanya.

Di postingan kali ini, aku bukannya mau bahas soal resensi novel atau filmnya sih. tapi lebih pada pengalaman pribadi. Baca lebih lanjut