Miss U Miss

Dedicate to my lovely sister

Hervina Wahyu….

(10 Agustus 1984 – 27 Desember 2008)

Ya Allah..Jagalah kakakku dikala penjagaanku tak sampai padanya.

Sayangi dia kala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata

Muliakan dia, kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja.

Karena Engkau punya segala yang tak ku punya dan karena ku ingin dia selalu menjadi kakakku di dunia

Dan berharap bertemunya di surga….Aminnn…

(Sent : 23 September 2008)

Happy Bday ya Vin….maap baru ingat ultah mu hari ini. Harusnya ucapan selamat ini di tanggal 10 Agustus kemarin. Masih ingat SMS itu kan?? itu SMS mu saat aku ulangtahun tahun lalu. 3 bulan menjelang kepergianmu…

Entah itu suatu pertanda atau bukan. Tapi tiap saat aku ingat kamu, rindu kamu, aku selalu membaca pesan itu. Kangen belaian tangan kecilmu, kangen tidur di pangkuanmu. Benar-benar kangen Vin..

Rasanya ga sanggup untuk pulang ke rumah lebaran ini. Selalu tergiang teriakanmu membangunkan tidurku yang pulas, rindu masakanmu yang selalu try and erorr. .ga ada rebutan baju lagi, rebutan jilbab sampe rebutan sendal…..hmmm Aku pasti bakalan kesepian Vin..

Maaf menjelang Ramadhan ini lom bisa ziarah, lebaran nanti Insyaallah..

Happy Bithday ya Vin. Luv u Always….

Renungan Indah

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua”derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah. Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja.

Setelah Mbah Surip kini WS Rendra…..Innalillahi wainnailaihirojiun…Selamat Jalan buat WS Rendra…