Kenalkan Kuliner Riau Dengan Mobil Kreatif

sungguhkah indah bunga di taman
bunga dipetik dara nan ayu
ini bukan sembarang minuman
minuman khas tanah melayu

Pantun yang bagus bukan? Klo teman2 semua melewati jalan WR Supratman (samping SPN Gobah Pekanbaru) atau Jalan Cut Nyak Dien (belakang Kantor Gubeur Riau) pasti akan membaca pantun ini. Tulisan pantun ini bisa dibaca di mobil yang tengah parkir di pinggir jalan tersebut.

Mobil ini terlihat berbeda dengan mobil parkir biasanya. Disamping membawa spanduk yang bertuliskan pantun itu, mobil ini juga terlihat sering dikerumuni banyak orang. Baik yang datang jalan kaki, bawa mobil maupun naik motor.

Saya penasaran banget, ada apa sih disana? Suatu siang saya berkesempatan mampir, itupun ditemani Theo.  Selama hampir 30 menit lebih disana, saya pun memutuskan untuk menuliskan percakapan saya dengan Pak Haji untuk bahan tulisan hari ini. Menurut saja, Pak Haji ini benar-benar beda dengan yang lain. Di saat semua berlomba untuk berjualan makanan fastfood, dia malah memilih menjual makanan tradisional, dan dengan tempat jualan yang berbeda.

Bagai H Natra Kamal berdagang sudah bukan hal baru baginya. Tapi, kali ini ia mencoba peruntungannya dengan berdagang dengan menggunakan mobil. Berdagang di mobil memang bukan hal baru. Namun, bukan berarti tak layak dicoba. Mobil pribadinya  pun dikaryakan, Kijang keluaran tahun 1991. Dengan mobil ini  ia menawatkan kuliener khas Riau pada masyarakat Pekanbaru.foto by : Theo Rizky

Ide berjualan menggunakan mobil ini datang dari sang anak. Marisa yang juga jebolan Akademi Fantasi Indosiar 2005. “Pada awalnya saya tidak yakin berjualan dengan menggunakan mobil ini. Tapi setelah dijelaskan oleh anak saya, apa salahnya jika dicoba,” ujarnya.

Ia menjelaskan tampil beda saat berjualan dengan mobil, produk yang dijual pun berbeda dengan penjual lainnya. Kuliner khas Riau. Berbagai makanan dan minuman khas Riau dia tawarkan pada konsumen. Laksanama Mengamuk, Roti Jala Es Kuah Durian, Puteri Indragiri dan Es Kacang Merah.

Sembari melayani pembeli, ia menuturkan keputusan untuk menjual kuliner khas Riau ini juga atas usul sang anak. Saat ini mungkin belum banyak pedangang yang menjual kuliner khas Riau.
“Usaha ini baru saya rintis selama tiga bulan. Jualan dengan mobil terasa lebih efektif dan juga efisien,” jelasnya.

Pada awal berjualan, Pak Haji demikian dia akrab disapa “memarkir” dagangannya di Jalan Ronggowarsito. Dengan semakin banyaknya permintaan konsumen, satu bulan belakangan ini, ia pun membuka cabang di Jalan Cut Nyak Dien.

Disamping untuk menambah penghasilan, ia juga bermaksud untuk melestarikan kuliner khas Riau dengan cara berjualan makanan dan minuman tersebut. Ada kebanggaan tersendiri baginya, terlebih lagi saat pembeli yang datang menjadikan jajanannnya ini sebagai satu oleh-oleh dari Pekanbaru. Beberapa waktu lalu, ia pernah di kunjungi oleh tamu dari luar daerah yang tengah mengadakan kunjungan ke Kantor Pemerintah Daerah Provinsi Riau.
“Ada satu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa berjualan makanan khas Riau ini,” ungkapnya.

Dengan waktu operasi setiap hari dari pukul 11.00 WIB  sampai pukul 18.00 WIB, bisa dibilang mobilnya ini bagaikan toko berjalan yang akan membawa pelanggannya bisa mencicipi berbagai makanan khas Riau. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 5 ribu per porsinya, kita sudah bisa mencicipi minuman khas melayu tersebut.

Ia berharap usahanya ini bisa lebih berkembang lagi. Walaupun saat ini ia masih terbentur dengan dana, namun ia berharap nantinya bisa mendapat perhatian dari pemerintah ataupun pihak yang bisa membantu dan juga membimbingnya dalam mengembangkan usaha ini.

Salut buat Pak Haji, di zaman yang sudah serba modern ini, dia berani dan tetap komitmen untuk melestarikan makanan khas Riau dengan cara yang sangat efektif. Tidak memerlukan tempat yang besar tapi meraup untung yang lumayan. “Selain mencari uang juga bisa melestarikan makanan khas,” ungkapnya.

Iklan

One thought on “Kenalkan Kuliner Riau Dengan Mobil Kreatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s