2nd Anniversary Tribun Pekanbaru

Kami wartawan Tribun

Disiplin dan tangguh dalam bekerja

Jujur dan adil dalam bersikap

Cermat seksama dalam memberita

Menjalankan profesi dengan terhormat

Taat norma dan etika

Ya..Ya..Ya…..

Ya..Ya….Ya…

Kami wartawan Tribun Bertekad Menjadi Besar dan Terkemuka

Sejak Senin yang lalu, yel-yel itu kembali terdengar. Enam teman yang baru saja di rekrut sebagai wartawan di Tribun Pekanbaru tengah menjalani pelatihan. Jadi teringat 2 tahun lalu, Februari 2007. Gw bersama 25 temen lainnya juga menyanyikan yel-yel yang sama saat menjalankan pelatihan sebagai jurnalis di Tribun Pekanbaru. Dengan suara yang lantang, kaki dihentakkan dan tangan di kepal. Setiap pagi, siang, malam dan saat semangat mulai menurun yel-yel itu dikumandangkan. Ya..ya..ya….

Tak hanya reporter, semua yang ada di ruangan redaksi pasti akan bernostalgia dengan yel-yel itu dan suasana pelatihan.Reporter menjalan pelatihan di Pekanbaru dan para Redaktur menjalan pelatihan

di Tribun Batam. rame-rame1

Seiring dengan bertambahnya awak redaksi, Tribun Pekanbaru pun sudah menapaki usia yang kedua. Tak terasa saja, dua tahun sudah juga gw menjadi wartawan..(halah)

Ucapan selamat ulangtahun pun disampaikan, dan juga tentunya kue tart dengan lilin angka 2…yummmy. Kue tart yang selalu membuat awak redaksi tidak sabaran. Tanpa aba-aba  Serrrrrrbuuuuuuuu……..

Yah..kebiasaan teman-teman di redaksi yang mungkin tak kan pernah hilang. Apa saja jenis makanannya yang penting sikaaatt. soal enak ga enak itu urusan belakangan.hihihihihi…Suasana yang mungkin suatu saat bakalan gw rindukan…hiks…

Selamat Ulang Tahun Buat Tribun Pekanbaru yang ke 2. Semoga menjadi harian yang tetap Independen dan Kredibel serta menjadi Pemimpin Baru di Riau. Seperti tagline yang tertulis di halaman depan Tribun Pekanbaru…Semoga…..20090417theo_ultah_tribun101

*Terselip doa semoga gaji juga tambah naik, kesejahteraan semakin meningkat, kehidupan aman dan terjamin, dapat jodoh……………………

hmmm apa lagi ya…….

Sore di Candi Muara Takus

Seperti biasa hari Sabtu dapat jatah off dari kantor. Lumayan satu hari bisa istirahat dari rutinitas. Nah, dari pada libur kali ini cuma di rumah doang, setelah mengerjakan semua aktifitas ala ibu rumah tangga, jadi kepikiran mo jalan kemana. Beberapa hari sebelumnya dah kepikiran juga sih mo jalan, pokoknya pengen jalan keluar dari Pekanbaru, tapi cuma satu hari.

Binun kemana, akhirnya ada dia alternatif, ke Candi Muara Takus atau ke Siak. Tapi, berhubung niat mo jalan-jalannya baru fix pukul 11.00 WIb jadinya di pilih jalan ke Candi Muara Takus.  Secara lokasi ini katanya cuma 2,5 jam dari Pekanbaru.

Setelah runding sana sini akhirnya berangkat pukul 13.45 dari Pekanbaru. yang berangat jadinya cuma berempat, aku, si Kakak, Da Bud dan Bang Udin. Berangkaaatttt………

Uppss..baru nyampe di daerah Arengka, motor Da Bud ada trouble. Jalan-jalan sore kali ini juga dalam rangka menguji ketahanan Kawasaki Binser-nya Da Bud. katanya motor ini dah lama di anggurin, kalah saing ama Mio yang selalu ditungganginya. Ternyata itu di bagian tuas gigi-nya (klo ga salah namanya itu) copot, jadi susah buat masukin gigi. Jadi perjalanan pending sebentar sambil nyari2 bengkel di seputaran Panam.

Untung selama perjalanan cuaca bagus cuma agak panas aja. Pemandangan jadi terlihat seru. Terumata setelah lewat Bangkinang. Jalanan masih sepi karena lagi pada long weekend.

Sama-sama lom pernah ke Candi Muara Takus, kita jalan cuma berbekal informasi seadanya ajah. Banyak yang bilang, napain kesana ntar bakalan kecewa. Tapi, ya ga masalahlah. Kapan lagi bisa kesana sambil di jalan nikmatin pemandangan. Tentunya bisa FOTO-FOTO…huahahaha dsc09904

Awalnya setiap dengar Candi Muara Takus gw membayangkan seperti Candi Borobudor atau Prambanan yang pernah gw liat tipi (lom pernah kesana..:-(). Ternyata dugaan gw salah. Klo untuk akses jalan sih lumayan bagus. cuma di beberapa titik ada jalan yang rusak.

Sampe di gerbang langsung dicegat ama petugas (disebut begitu aja kali ya secara mereka ga pake baju seragam duduk rame2 n pegang tiket). Petugas itu bilang satu orangnya kena Rp 5000/ per orang  (termasuk tiket dan parkir. Tapi dari tiket yang gw pegang, tertulis Objek Wisata Candi Muara Takus. Tiket anak-anak Rp 3000..(nah lho).

Tapi ya ga terlalu masalahlah. Udah terlalu penasaran ama Candinya. Sebelah kiri akses jalan masuk, kita akan melihat seperti taman bermain. Ada beberapa permainan yang ada disana. Seperti perosotan, ayunan, jungkat jungkit dan beberapa permainan lainnya. Sepertinya areal ini juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk bersantai.

Nah, disebelah kanan baru deh keliatan Candinya…hmmm..Candinya keliatan seperti batu bata yang disusun-susun ajah..Upppss…Sayangnya ga ada papan informasi yang bisa dibaca untuk sekedar mengetahui sejarah mengenai candi itu. dsc09957

Di pagar masuk menuju candi ada ibu-ibu yang jaga. tapi, tetap saja tidak ada brosur atau sejenisnya yang bisa di baca. Tapi jangan khawatir, di depan sang ibu ada beberapa buku kecil yang biasa Anda beli jika ingin tau tentang Candi Muara Takus lebih jelas. Klo ga salah si ibu menjualnya Rp 10 ribu..

Di areal itu ada beberapa bangunan ada Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka. Katanya bangunan ini merupakan satu-satunya situs peninggalan sejarah berbentuk Candi di Riau. dsc09941

Tapi, melihat kondisi Candi Muara Takus saat ini Sayang banget yah. Mungkin ini bisa jadi Pe er buat pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan cagar budaya ini. Terutama ini merupakan peninggalan sejarah.

Mulai dari membenahi kebersihan lingkungan, sampah-sampah, toilet, akses jalan dan tentunya informasi mengenai situs budaya itu sendiri. Bisa jadi aja ditempel kayak papan pengumuman gitu. Jadi pas kita kesana tau mengenai sejarah itu Candi. Ga cuma liat-liat doang n gag ngerti dengan apa yang kita liat…Mudah2an deh yah…;-)

Buat yang pengen tau tentang Candi Muara Takus lebih lanjut mungkin bisa juga dibaca di sini atau di sini juga boleh…..