Puasa Ngomong….:(

Ehmm..Ehmm..dari kemarin tenggorokan gw sakit. susah nelen, susah ngomong. pokoknya susah deh. Kerasanya sih baru kemarin sore pas di kantor. Kok rasanya ada yang aneh gitu di tenggorokan…Ehmm..Ehmm ❓

Sebenarnya ga cuma tenggorokan sih yang sakit. Dah 4 hari ini gw flu, kepala sakit, ingusan, pokoknya ga banget deh. Keliatannya gw jorok malah. Idung jadi merah dan kering karena sering di pencet buat kosongan isinya..ppfftt..

Hari ini bertambah parah, tenggorokan gw rasanya sakit banget. Nelen air minum aja susah. Apalagi buat makan, padahal gw lagi laper banget pagi tadi..hiks ..bisa2 berat badan gw jadi turun lagi halah. ditambah lagi jadi puasa ngomong..:-(

Ampun deh ama sakitnya. Kebetulan hari ini Mba Wiek ada rencana mo ke Rumah Sakit Awal Bros. Lagi ada seminar Tea Time and Health disana. Ya udah, gw ikut biar sekalian bisa periksa ke dokter (klo gw ga takut)

Walaupun sering ketemu ama dokter-dokter dan ke rumah sakit, terus terang gw paling males berobat. Apalagi makan obat yang gedenya se biji jagung. Tapi, ya daripada gw nahan sakit terus terusan, beraniin juga periksa ke dokter.

Alhasil, setelah di periksa ternyata gw terkena Radang Tenggorokan . Kata dokter tenggorokan gw meradang n sampe merah gitu keliatannya.:(

Sepertinya sih memang penyakit “ringan”. Tapi kata dokter Roni (klo ga salah nama dokternya sih :D) Penyakit ini bisa mempengaruh organ sekitarnya.

Beberapa gejalanya susah nelen,  suhu tubuh meningkat, batuk, susah napas dan hidung tersumbat merupakan gejala umum yang kerap dirasakan kala tenggorokan meradang. Keluhan ini pastinya  mengganggu aktivitas gw sehari-hari. 😦

Keluhan ini dalam istilah kedokteran dikenal dengan istilah faring. Radang tenggorokan bisa disebabkan oleh dinding tenggorokan yang meradang dan amandel yang membengkak, penyebabnya bisa karena bakteri ataupun virus.

Kondisi ini juga dipengaruhi oleh imunitas tubuh. Baik bakteri ataupun virus yang masuk di dalam tubuh akan memengaruhi imunitas di dalam tubuh. Itu sebabnya, ketahanan tubuh menjadi faktor penting untuk menangkal segala “benda” asing yang masuk ke dalam tubuh.

Katanya sih, Gangguan radang tenggorokan lebih sering disebabkan virus dibandingkan bakteri. Namun, keduanya akan menimbulkan gejala yang sama. Hanya, yang disebabkan oleh bakteri akan menyebabkan rasa nyeri di bagian tenggorokan. Streptococcus disebut sebagai bakteri yang sering mengancam.

Pesan dokter ama gw tadi,  hal utama yang perlu diperhatikan adalah jangan mengabaikan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Pada mereka yang alergi terhadap makanan atau minuman tertentu akan menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Makanan terlalu asam, terlalu panas atau dingin, makanan-makanan yang terlalu bergetah atau minuman dingin sebaiknya dihindari untuk mencegah iritasi berkelanjutan.

So, bagi yang ga mau kayak gw. hati-hati ama makanan yang dimakan. Jangan asal aja. Bisa aja ga cuma radang tenggorokan yang bakalan nyerang, kolesterol, sakit jantung, Diabetes, n macem-macem penyakit lainnya. Klo ga sekarang kita care ama kesehatan kita kapan lagi ya ga?? 😀

*thanks to Mba Wiek, Pak Edi na Kak Win yang dah nemenin berobat 😀

Iklan

Narsis di Depan Warisan Kompeni

Kalo orang menyebut kota Bukittinggi mungkin kita langsung teringat dengan Jam Gadang. Yup, Jam Gadang bisa dikatakan ikon-nya Kota Bukittinggi. Tiap kali orang berkunjung kesini pasti tidak akan melewatkan untuk berpose di sini.

Seperti halnya cuti-ku beberapa waktu lalu. Libur kerja mang sering aku manfaatin untuk pulang ke Kampung halaman ini. Baso, Bukittinggi, Kampuang Nan Jauah di mato…;)

Dulu waktu masih kecil dan jaman-jaman sekolah gitu, aku paling ga suka sekedar nongkrong apalagi buat foto-foto di sana. Tapi, sekarang setiap ada kesempatan untuk pulang, aku pasti akan jalan ke sini. Minimal duduk sambil nikmati suasana sore (halah).

Apalagi klo dah ngajakin temen2 ke Bukittinggi, mungkin aku ga bakalan berhenti berceloteh untuk ceritain Bukittinggi.  Seperti waktu ke Bukittinggi bareng si Kakak, dia ga mau ketinggalan narsis2 ria di depan jam gadang.  Jam Gadang keliatan bertambah seru pada malam hari. Apalagi pas ada kembang apinya. Tapi, pas malam tahun baru 2009 yang lalu, Pemkot Bukittinggi menutup Jam Gadang ini pas pergantian tahun.  Cerita selengkapnya baca di siniupload5

Tapi, tak banyak yang tahu sejarah yang tersimpan pada Jam Gadang. Karena, banyak pengunjung hanya mengabadikan Jam Gadang, sekaligus menikmati suasana kota Bukittinggi. Padahal, di situ juga tertera catatan sejarah Jam Gadang, yang dicatatkan di atas batu marmer.

Seperti yang aku kutip dari Padang Media.com, Jam Gadang dibangun tahun 1926 oleh seorang arsitek,seorang arsitek, bernama A Yazid dan Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada countroleur (Sekretaris Kota) Rook Maker. Peletakkan batu pertama Jam Gadang ini dilakukan oleh putera Rook Maker yang berusia enam tahun.

Diameter Jam Gadang 80 cm dengan ketinggian 26 meter. Sedangkan denah dasarnya, 26 meter. Pembangunan Jam Gadang pada masa itu, tercatat menelan biaya 3000 gulden. Atapnya dari waktu ke waktu mengalami penyesuaian. Pada masa Belanda, berbentuk bulan dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Pada masa Jepang berbentuk klenteng. Baru pada masa Indonesia merdeka, berbentuk rumah adapt Minangkabau.

Kalau diperhatikan angka pada Jam Gadang, angka 4 tertulis IIII. Padahal, semestinya tertulis IV. Nah, di sinilah uniknya Jam Gadang. Sekaligus, bisa menyimpan kekuatan wisata sejarah…

Jadi klo udah ke Bukittinggi lom foto-foto di Jam Gadang berarti lom pernah ke Bukittinggi, ga afdhol….wkekekekek