Asap oh Asap…

Sudah seminggu ini Riau diselimuti kabut asap. Sejak tanggal 13 Februari lalu Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sudah menyatakan siaga asap. Pagi hari pemandangan yang terlihat sekeliling hanya asap putih.  JAdinya ya setiap hari kerjaannya selalu memantau perkembangan soal asap. Mulai dari Diskes sampe Badan Lingkungan Hidup…fiuuhhh

Tanggal 17 Februari lalu stasiun pemantau kualitas udara Laboratorium Badan Lingkungan Hidup menyatakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Pekanbaru berada di kategori tidak sehat. Dengan critical poin PM 10 ada diangka 123…..waduhh….20090217nas_tp32

Sepertinya asap memang sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Riau. Secara aku baru tinggal di sini selama 2 tahun. Bagi si Kakak aja misalnya. Saat aku heboh2nya bilang lagi asap dan jangan lupa pake masker dengan entengnya dia bilang,” ah asap udah biasa disini. Dulu lebih parah lagi” katanya.

Belum lagi orang-orang yang di jalanan. Rata-rata kan pada naik motor. Tapi hanya beberapa yang ku lihat menggunakan masker. (ga tau klo di rute lain. rute ku tiap hari jalan mahoni-pattimura-diponegoro-cut nyak dien-a yani dan sebaliknya)

Akibat asap yang menyelimuti Pekanbaru, Rute rutin kerjaanku tiap hari ke Dinas Kesehatan ketemu Pak Napiri, Kasie Pengamatan Penyakit dan telponin Pak Syahrial, Kepala Labor Badan Lingkungan Hidupnya… (makasih ya buat Bapak2 yang dah bantuin aku dengan senang hati )

Ternyata hari itu di Dumai lebih parah lagi.  Laporan temenku yang disana Walikota Dumai sudah menyatakan Siaga I kabut asap. Berdasarkan alat pemantau  milik PT CPI, kualitas udara di Kota Dumai sudah masuk kategori berbahaya dengan kisaran di atas 400 PSI (Pollutant Standart Index), sekitar pukul 07.00 WIB. Asap tebal berbau menyebabkan mata perih. Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 7 meter.Bahkan sekolah-sekolah ada yang diliburkan…(ternyata di Dumai lebih parah lagi)

Belum lagi kabut asap ini berdampak pada aktivitas di Bandara. kata temenku yang liputan disana. Bandara sempat tutup dua jam karena jarak pandang yang berkurang.

Selain menyebabkan jarak pandang berkurang dan mengganggu aktivitas di bandara, kabut asap ini juga sangat mengganggu kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru hingga 19 Februari kemarin tercatat 1141 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).  Dari hitung-hitungan tersebut sejak minggu ke lima 2009 dinyatakan siapa asap, kasus ISPA meningkat hingga 40 persen.

Penyebab kabut asap di Riau ini akibat adanya kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Riau. Berdasarkan paparan Wakil Gubernur Riau setidaknya ada wilayah yang selalu mengalami kebakaran hutan dan lahan berada ada wilayah 240 desa dari 1609 desa yang ada di Riau…

Hingga saat ini katanya pemprov Riau masih mencari solusi untuk menangani Karhutla ini secara permanen. Mudah2an saja solusi ini segera di temukan…(hope so)

Belum lagi kebakaran yang terjadi dimana-mana. Mulai dari rumah, lahan yang ada di tengah kota sampe kemarin Kantor Dinas Pekerjaan Umum Riau juga habis di lalap si jago merah…

Asap oh Asap……

Iklan

2 thoughts on “Asap oh Asap…

  1. Ping-balik: A.S.A.P « Uni Isech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s