Dji Sam Soe Jak JAzz 2008 (1)

Waaaa…baru bisa posting sekarang.soal Jak Jazz kemarin. Nunggu oleh2nya habis dibagi2 dulu baru deh psoting..xixixixi…

Seru juga ternyata jazz itu ya. apalagi klo musiknya dah dikolaborasi ama berbagai genre. Simak aja catatan perjalanankukali ini..(halah)

Ibarat datang ke resepsi pernikahan mewah, para pengunjung disajikan santapan hidangan ala prasmanan. Namun, hidangan yang disuguhkan dalam perhelatan Dji Sam Soe Jak Jazz 2008 ini bukan merupakan makanan pembuka maupun makanan penutup. Pencinta music jazz disuguhkan music jazz dengan berbagai genre dan lintas generasi. edit1

Mengusung tema A Whole Lotta Jazz, Jak Jazz 2008 yang diselenggarakan sejak 28 November hingga 30 Desember di Istora Senayan Jakarta tersebut memberikan warna yang berbeda dari penyelenggaraannya yang terdahulu. Guyuran hujan yang sempat menunda pertunjukan selama dua jam pada hari pertama Jumat (28/11) dan hari kedua Sabtu (29/11) tak membuat jazz lover mengurungkan niatnya untuk tetap menyaksikan music jazz favorit mereka.

Seperti halnya pada saat pertunjukan hari kedua , akibat huja n yang tiba-tiba mengguyur kota Jakarta pengunjung yang tengah menikmati alunan music dari Adam Hamzah Acostic Connection berlarian mencari tempat yang teduh. Namun, setelah hujan reda para penonton kembali bergerak ke depan panggung. “Terimakasih pada penonton yang sudah sabar menunggu hingga hujan reda,” ujar Vokalis Agam HAmzah Acoustic Connection.

PAda hari pertama pertunjukan sekitar 8 ribu penonton memadati Tennis Indoor dan Outdoor Istora Senayan Jakarta. Begitu juga dengan hari kedua. Harga tiket yang berkisar antara Rp 250 ribu harga Rp 300 ribu juga tak menjadi halangan. Bagi yang ingin menyaksikan seluruh pertunjukan bisa menggunakan Jak Jazz passport seharga Rp 1.250.000.

“Untuk acara yang seperti ini rasanya tidak ada masalah untuk mengeluarkan uang. Lagian yang main juga keren-keren,” ujar Ara, satu di antara pengunjung yang hadir.

Tak tanggung-tanggung, delapan panggung disiapkan untuk melepas dahaga para pencinta music jazz. Di antaranya Dji Sam Soe Concert Hall sebagai panggung untuk musisi yang terpilih, Skyline Terrace yang merupakan panggung outdoor di teras latai dua Istora Senayan Jakarta berlatar belakang lampu gedung pencakar langit dan Dji Samsoe Flavour Lounge merupakan lounge ekslusif khusus penikmat music dewasa untuk bersantai setelah menyaksikan penampilan musisi jazz favorit mereka.

Selain itu juga terdapat enam panggung lainnya, Jazz on Green, I’m Jazz Bar, Community Stage, Amphitheater, Orion Stage dan Welcome Stage. Delapan panggung itu merupakan tempat bergengsi bagi para musisi untuk menampilkan karya terbaiknya.

Setiap panggung juga memiliki cirri khasnya sendiri-sendiri. Seperti Skyline Terrace, selain panggung yang dibuat di atas teras dengan ketinggian 6 meter, panitia juga menyediakan beberapa sofa yang nyaman bagi para pengunjung.

“Selain untuk menyuguhkan music jazz kita juga berusaha untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan bagi jazz lover. Satu dianataranya dengan menyediakan sofa di Skyline Terrace dan juga menyediakan ruangan khusus untuk merokok,” ujar Manager Media Relation PT HM Sampoerna, Veranita.

Musisi-musisi yang turut berpartisipasi juga tidak hanya berasal dari Indonesia, musisi internasional juga hadir dalam Jak Jazz 2008 ini. Di antaranya Kyoto Jazz Massive dari Jepang, Ray Haris and The Fusion, Daniel Saheluka, Yellow Jacket dan beberapa musisi internasional lainnya.

Menyambut malam kedua tersebut, festival ini terasa semakin meriah dengan penampilan dari musisi jazz yang sudah berpengalaman di panggung jazz. Salah satunya adalah penampilan dari Iga Mawarni yang menarik para jazz lovers untuk meramaikan area Amphitheatre, walaupun area tersebut dipenuhi dengan genangan air pasca hujan. Iga yang merupakan salah satu musisi senior jazz Indonesia menghibur ratusan jazz lovers dengan membawakan tujuh lagu. Performa atraktif juga ditampilkan oleh Boi Akih feat. Mieke Del Ferro (Belanda) yang membawakan lagu-lagu dengan bahasa Harukunese. Walaupun menggunakan bahasa yang kurang dimengerti oleh berhasil jazz lovers, sang vokalis yang mempunyai nama lengkap Monika Akihary ini memikat para jazz lovers di concert hall dengan suaranya yang khas.

Salah satu yang ditunggu-tunggu adalah Indra Lesmana Reborn, area Dji Sam Soe Concert hall sudah dipenuhi para jazz lovers untuk menikmati alunan musik yang mereka bawakan. Pada JakJazz Festival tahun ini, Indra membawa para penyanyi muda dewasa untuk mengiringi beberapa lagu, dan seperti biasa permainan yang penuh dengan improvisasi dan spontanitas mereka suguhkan dengan sangat menarik.

Menjelang tengah malam, tidak habis-habisnya jazz lovers dimanjakan oleh penampilan musisi lokal dan Internasional. Masih ada musisi jazz kawakan Ireng Maulana yang mengajak penyanyi muda dewasa berbakat Afgan dan Andien. Lalu ada grup asal Amerika Open Hands Project, Penyanyi popular Andre Hehanusa, DJ Shuya dan masih ada beberapa lagi musisi lain yang akan menghibur pengunjung.

Puncak pertunjukan Dji Sam Soe Jak Jazz 2008 ini pada Minggu (30/11) akan ditutup dengan pernampilan istimewa kobalorasi 10 musisi jazz Indoensia dalam rangka merayakan 10 tahun edisi fesrival Jak Jazz di Indonesia.

Ireng maulana sebagai founder dari Jak Jazz akan berkolaborasi dengan Idang Rasjidi, Mergie Segers, Benny Likumahua, Yance Mausama, Syahrini, Didiek SSS, Tompi , Rudi Subekti dan Sam Panuwun.

“Saya berharap special collaborations Jak Jazz 10th Edition Celebration ini akan menjadi sebuah penampilan yang segar dan menarik,” jelas Ireng Maulana. (ses)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s