Happy New Year…..

Selamat Tahun Baru Islam 1430 H  dan Tahun baru masehi 2009….

Hmmm..tahun baru begini masih di kantor.,,fiuuhhh…

Seperti harapan semua orang. Mudah-mudahan ditahun yang baru ini semuanya bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Berharap bisa mengucapkan selamat tinggal kesedihan dan di tahun baru ini cuma ada kebahagiaan….(ada ga ya??)

Klo diingat2 lagi kebelakang, ternyata banyak hal ya yang terjadi dalam setahun ini (halah, udah pasti kali :p). Mulai dari cerita sedih sampe cerita bahagia. Kehilangan hingga mendapatkan berbagai pengalaman yang menarik.

Job desk baru. Setelah santai dengan liputan lifestyle di halaman minggu tiba-tiba aja ada rolling. Pindah liputan ke Pemprov. Yang otomatis setiap hari dihabiskan dengan liputan dan liputan.

Tapi, ya namanya kerjaan harus dilaksanakan. Seperti kata teman-teman, kita itu harus siap dengan segala perubahan. setuju ga??

Tapi ya, terkadang untuk bisa menerima perubahan itu butuh proses. yang penting nikmati aja..wkekekeke…Mudah2an, di tahun ini lebih baik baik dan baik lagi….

Bismillahirrahmanirahim………….

Iklan

Dji Sam Soe Jak Jazz 2008 (2)

Selama mengikuti Jak Jazz 2008 kali ini ada satu yang paling seru bagiku. Panggungnya. Satu panggung yang bener-bener keren. Skyline Terrace. Sepertinya panggung ini pantas disebut ikonnya jak jazz 2008.

Panggung ini terdapat di teras lantai dua gedung Istora Senayan jakarta. Tinggi panggung ini sekitar 12 meter dari tanah. 6 meter tinggi dari tanah ke lantai atas dan 6 meter lagi tinggi panggung.

Yang membuat panggung ini berbeda karena latar belakang panggung tersebut. Di sebur Skyline Terrace karena dibelakang panggung kita bisa melihat dengan jelas gedung-gedung pencakar langit yang ada di Jakarta.

Ditambah lagi dengan tata cahaya yang menurutku bener-bener keren, gemerlap lampu gedung menambah semarak panggung tersebut. Belum lagi interiornya.

Kesan nyaman dan hangat akan terasa dengan adanya sofa-sofa yang disediakan. Selain bisa menikmati pertunjukan dari para musisi jazz terkenal, mata kita juga akan dimanjakan dengan gemerlap lampu yang berasal dari gedung pencakar langit di belakangnya.

Emang pantes panggung ini disebut ikonnya Jak Jazz 2008.

Belum lagi di hari terakhir bisa menyaksikan kolaborasi 10 musisi jazz Indonesia dalam 10th Edition Celebrating Jak Jazz 2008. Ireng Maulana, Idang Rasjidi, Tompi, Syahrani, Benny Likumahua, Rudy Surbekti, Didiek SSS, Yance Manusama, Margie Segers, Sam Panuwun, Syaharani hingga Tampil bersama memainkan multigenerational homegrown ensemble mereka.

Sebelum Margie menyanyikan Fever, Idang dan Benny adu mulut lewat kemampuan scat singing mereka. Pertarungan belum berakhir. Ketika Benny kembali bergelut dengan trombonnya, Tompi maju. Mulut keduanya lincah mengeluarkan nada-nada unik dan sengit.

Tepuk tangan penonton membahana.Sebuah lagu persahabatan, You’ve Got a Friend, dipilih oleh Syaharani. Maka ikut bernyanyilah ratusan penonton yang hadir di Dji Sam Soe Concert Hall. Dengan demikian, kolaborasi terjadi tak hanya antar artis jazz tersebut, tapi juga antara mereka dengan para penonton.

Dji Sam Soe Jak JAzz 2008 (1)

Waaaa…baru bisa posting sekarang.soal Jak Jazz kemarin. Nunggu oleh2nya habis dibagi2 dulu baru deh psoting..xixixixi…

Seru juga ternyata jazz itu ya. apalagi klo musiknya dah dikolaborasi ama berbagai genre. Simak aja catatan perjalanankukali ini..(halah)

Ibarat datang ke resepsi pernikahan mewah, para pengunjung disajikan santapan hidangan ala prasmanan. Namun, hidangan yang disuguhkan dalam perhelatan Dji Sam Soe Jak Jazz 2008 ini bukan merupakan makanan pembuka maupun makanan penutup. Pencinta music jazz disuguhkan music jazz dengan berbagai genre dan lintas generasi. edit1

Mengusung tema A Whole Lotta Jazz, Jak Jazz 2008 yang diselenggarakan sejak 28 November hingga 30 Desember di Istora Senayan Jakarta tersebut memberikan warna yang berbeda dari penyelenggaraannya yang terdahulu. Guyuran hujan yang sempat menunda pertunjukan selama dua jam pada hari pertama Jumat (28/11) dan hari kedua Sabtu (29/11) tak membuat jazz lover mengurungkan niatnya untuk tetap menyaksikan music jazz favorit mereka. Baca lebih lanjut