Arsip

Memetik Jeruk di Kota Apel

Waah…udah lama ga posting nih. Beberapa hari belakangan ini agak sok sibuk dikit..huehehe..Belum hilang capek dari luar kota, kerjaan sudah menanti.halah…Alhamdulillah beberapa waktu lalu dapet kesempatan jalan ke Malang, sekalian menghadiri wisudaannya si Kakak di Universitas Brawijaya . Ternyata Kota Malang seru juga. Banyak tempat yang bisa dikunjungi. Udaranya yang sejuk n dingin, beda banget ama Pekanbaru yang semakin hari semakin panas..

Setelah acara wisudaanya, pastinya waktu di manfaatkan buat jalan2 di Kota Malang. Karena aku ga terlalu banyak tau tentang Kota Malang, jadinya cuma bisa ngikut doang jalan kemana..hiihi..Akhirnya tujuan pertama ke Agrowisata Kota Batu, sekitar 23 KM dari Kota Malang. Siyap2 memetik Apel……

Peta menuju Agrowisata Batu Malang yang aku foto dari kaos yang dijual di toko souvenir..:D

Peta menuju Agrowisata Batu Malang yang aku foto dari kaos yang dijual di toko souvenir..:D

Karena berangkatnya agak kesorean jadinya nyampe di lokasi satu jam sebelum Agrowisatanya tutup. Sayang banget..:-( Menurut informasi Agrowisata Kusuma Batu Malang buka dari pagi pukul 07.00 WIB sampe pukul 18.00 WIB.

Untuk masuk lokasi Agrowisata, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu. Tiket di jual dengan sistem paket-paket. Tiket dijual mulai harga sekitar Rp 25 ribu dengan masing-masing fasilitas yang bisa dinikmati.

Ternyata ga cuma ada kebon Apel disini,ada kebun Jeruk, Strowberi, sayuran dan tentunya bunga. Selain bisa menikmati jalan-jalan di areal Agrowisata dan menikmati udara yang sejuk plus pemandangan yang indah, pengunjung diperbolehkan untuk memetik buah-buahan sesuai dengan paket yang di pilih. Berhubung sedang tidak musim panen apel kami hanya bisa memetik Jeruk.  Jadinya memetik Jeruk di Kebun Apel..wkakakaka

Tapi, tunggu dulu…Jangan lupa baca peraturan yang satu ini…p11205202

Selain ada kebun buah-buahan, berbagai fasilitas penunjang lainnya juga udah disiapin ama pengelola. Di areal juga ada binatang-binatangnya juga. Kayak rusa, ayam, kasuari sampe kalong alias kelelawar. Pokoknya seru abis deh. Klo pengen nginap juga bisa. Pengelola udah melengkapi Agrowisata ini dengan penginapan.

Sepanjang malem bisa melihat lampu-lampu Kota Batu sampe kedinginan.(maap kameranya ga mantep. Jadi motret malam2 ga bagus….,hiks)  kayaknya honeymoon di sini seru juga kali ya..

Sebenarnya di lokasi ini masih banyak fasilitas lain, seperti flying fox, outbond, berenang n banyak lagi. Karena dateng kesorean jadi ga bisa merasakan semuanya..hiks..

Selain Agrowisata Kusuma Batu, di Malang masih banyak wisata alam yang bisa dikunjungi. Di antaranya ada Songgoriti, Selecta, Jatim Park dan beberapa lokasi lainnya. Karena waktu kami ga banyak, jadi cuma bisa mampir ke sini. p11205841

p11205311

For the nice trip Thx to :

Kakak, Kak Roni, Pauo, Mauo dan tentunya Bapak dan Ibuk Duri…:D

Sore di Candi Muara Takus

Seperti biasa hari Sabtu dapat jatah off dari kantor. Lumayan satu hari bisa istirahat dari rutinitas. Nah, dari pada libur kali ini cuma di rumah doang, setelah mengerjakan semua aktifitas ala ibu rumah tangga, jadi kepikiran mo jalan kemana. Beberapa hari sebelumnya dah kepikiran juga sih mo jalan, pokoknya pengen jalan keluar dari Pekanbaru, tapi cuma satu hari.

Binun kemana, akhirnya ada dia alternatif, ke Candi Muara Takus atau ke Siak. Tapi, berhubung niat mo jalan-jalannya baru fix pukul 11.00 WIb jadinya di pilih jalan ke Candi Muara Takus.  Secara lokasi ini katanya cuma 2,5 jam dari Pekanbaru.

Setelah runding sana sini akhirnya berangkat pukul 13.45 dari Pekanbaru. yang berangat jadinya cuma berempat, aku, si Kakak, Da Bud dan Bang Udin. Berangkaaatttt………

Uppss..baru nyampe di daerah Arengka, motor Da Bud ada trouble. Jalan-jalan sore kali ini juga dalam rangka menguji ketahanan Kawasaki Binser-nya Da Bud. katanya motor ini dah lama di anggurin, kalah saing ama Mio yang selalu ditungganginya. Ternyata itu di bagian tuas gigi-nya (klo ga salah namanya itu) copot, jadi susah buat masukin gigi. Jadi perjalanan pending sebentar sambil nyari2 bengkel di seputaran Panam.

Untung selama perjalanan cuaca bagus cuma agak panas aja. Pemandangan jadi terlihat seru. Terumata setelah lewat Bangkinang. Jalanan masih sepi karena lagi pada long weekend.

Sama-sama lom pernah ke Candi Muara Takus, kita jalan cuma berbekal informasi seadanya ajah. Banyak yang bilang, napain kesana ntar bakalan kecewa. Tapi, ya ga masalahlah. Kapan lagi bisa kesana sambil di jalan nikmatin pemandangan. Tentunya bisa FOTO-FOTO…huahahaha dsc09904

Awalnya setiap dengar Candi Muara Takus gw membayangkan seperti Candi Borobudor atau Prambanan yang pernah gw liat tipi (lom pernah kesana..:-(). Ternyata dugaan gw salah. Klo untuk akses jalan sih lumayan bagus. cuma di beberapa titik ada jalan yang rusak.

Sampe di gerbang langsung dicegat ama petugas (disebut begitu aja kali ya secara mereka ga pake baju seragam duduk rame2 n pegang tiket). Petugas itu bilang satu orangnya kena Rp 5000/ per orang  (termasuk tiket dan parkir. Tapi dari tiket yang gw pegang, tertulis Objek Wisata Candi Muara Takus. Tiket anak-anak Rp 3000..(nah lho).

Tapi ya ga terlalu masalahlah. Udah terlalu penasaran ama Candinya. Sebelah kiri akses jalan masuk, kita akan melihat seperti taman bermain. Ada beberapa permainan yang ada disana. Seperti perosotan, ayunan, jungkat jungkit dan beberapa permainan lainnya. Sepertinya areal ini juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk bersantai.

Nah, disebelah kanan baru deh keliatan Candinya…hmmm..Candinya keliatan seperti batu bata yang disusun-susun ajah..Upppss…Sayangnya ga ada papan informasi yang bisa dibaca untuk sekedar mengetahui sejarah mengenai candi itu. dsc09957

Di pagar masuk menuju candi ada ibu-ibu yang jaga. tapi, tetap saja tidak ada brosur atau sejenisnya yang bisa di baca. Tapi jangan khawatir, di depan sang ibu ada beberapa buku kecil yang biasa Anda beli jika ingin tau tentang Candi Muara Takus lebih jelas. Klo ga salah si ibu menjualnya Rp 10 ribu..

Di areal itu ada beberapa bangunan ada Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka. Katanya bangunan ini merupakan satu-satunya situs peninggalan sejarah berbentuk Candi di Riau. dsc09941

Tapi, melihat kondisi Candi Muara Takus saat ini Sayang banget yah. Mungkin ini bisa jadi Pe er buat pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan cagar budaya ini. Terutama ini merupakan peninggalan sejarah.

Mulai dari membenahi kebersihan lingkungan, sampah-sampah, toilet, akses jalan dan tentunya informasi mengenai situs budaya itu sendiri. Bisa jadi aja ditempel kayak papan pengumuman gitu. Jadi pas kita kesana tau mengenai sejarah itu Candi. Ga cuma liat-liat doang n gag ngerti dengan apa yang kita liat…Mudah2an deh yah…;-)

Buat yang pengen tau tentang Candi Muara Takus lebih lanjut mungkin bisa juga dibaca di sini atau di sini juga boleh…..

Narsis di Depan Warisan Kompeni

Kalo orang menyebut kota Bukittinggi mungkin kita langsung teringat dengan Jam Gadang. Yup, Jam Gadang bisa dikatakan ikon-nya Kota Bukittinggi. Tiap kali orang berkunjung kesini pasti tidak akan melewatkan untuk berpose di sini.

Seperti halnya cuti-ku beberapa waktu lalu. Libur kerja mang sering aku manfaatin untuk pulang ke Kampung halaman ini. Baso, Bukittinggi, Kampuang Nan Jauah di mato…;)

Dulu waktu masih kecil dan jaman-jaman sekolah gitu, aku paling ga suka sekedar nongkrong apalagi buat foto-foto di sana. Tapi, sekarang setiap ada kesempatan untuk pulang, aku pasti akan jalan ke sini. Minimal duduk sambil nikmati suasana sore (halah).

Apalagi klo dah ngajakin temen2 ke Bukittinggi, mungkin aku ga bakalan berhenti berceloteh untuk ceritain Bukittinggi.  Seperti waktu ke Bukittinggi bareng si Kakak, dia ga mau ketinggalan narsis2 ria di depan jam gadang.  Jam Gadang keliatan bertambah seru pada malam hari. Apalagi pas ada kembang apinya. Tapi, pas malam tahun baru 2009 yang lalu, Pemkot Bukittinggi menutup Jam Gadang ini pas pergantian tahun.  Cerita selengkapnya baca di siniupload5

Tapi, tak banyak yang tahu sejarah yang tersimpan pada Jam Gadang. Karena, banyak pengunjung hanya mengabadikan Jam Gadang, sekaligus menikmati suasana kota Bukittinggi. Padahal, di situ juga tertera catatan sejarah Jam Gadang, yang dicatatkan di atas batu marmer.

Seperti yang aku kutip dari Padang Media.com, Jam Gadang dibangun tahun 1926 oleh seorang arsitek,seorang arsitek, bernama A Yazid dan Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada countroleur (Sekretaris Kota) Rook Maker. Peletakkan batu pertama Jam Gadang ini dilakukan oleh putera Rook Maker yang berusia enam tahun.

Diameter Jam Gadang 80 cm dengan ketinggian 26 meter. Sedangkan denah dasarnya, 26 meter. Pembangunan Jam Gadang pada masa itu, tercatat menelan biaya 3000 gulden. Atapnya dari waktu ke waktu mengalami penyesuaian. Pada masa Belanda, berbentuk bulan dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Pada masa Jepang berbentuk klenteng. Baru pada masa Indonesia merdeka, berbentuk rumah adapt Minangkabau.

Kalau diperhatikan angka pada Jam Gadang, angka 4 tertulis IIII. Padahal, semestinya tertulis IV. Nah, di sinilah uniknya Jam Gadang. Sekaligus, bisa menyimpan kekuatan wisata sejarah…

Jadi klo udah ke Bukittinggi lom foto-foto di Jam Gadang berarti lom pernah ke Bukittinggi, ga afdhol….wkekekekek